Bersama rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia turut menguat dari dolar AS. Won Korea Selatan menguat 0,22 persen, baht Thailand 0,11 persen, dolar Singapura 0,04 persen, peso Filipina 0,03 persen, dan yen Jepang 0,03 persen. Sementara dolar Hong Kong dan ringgit Malaysia stagnan.
Sebaliknya, mata uang utama negara maju justru terperosok ke zona merah. Rubel Rusia melemah 0,15 persen, franc Swiss minus 0,04 persen, euro Eropa minus 0,02 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,01 persen. Namun, Dolar Australia dan dolar Kanada menguat, masing-masing 0,04 persen dan 0,05 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pembicaraan positif antara Komisi Uni Eropa dan Italia untuk membahas defisit anggaran negara tersebut dan tanda-tanda kesepakatan Brexit," ucap Reza, Rabu (24/10). (uli/bir)