Hal tersebut ia sampaikan dalam pembukaan Pameran Perdagangan Indonesia ke-33 di di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Rabu (24/10). "Gunakan perang dagang. Ini ada peluang untuk masuk ke pasar yang ditinggalkan oleh yang baru berperang, ini kesempatan dan gunakan sebaik mungkin," kata Jokowi.
Jokowi menyatakan banyak pasar internasional, terutama nontradisional yang selama ini belum digarap maksimal oleh pengusaha dan atase perdagangan Indonesia. Pasar tersebut antara lain; Asia Selatan, Turki, Pakistan, Rusia, Afrika, bahkan ASEAN.
Pasar tersebut cukup menjanjikan bagi kinerja ekspor Indonesia. Para pengusaha, duta besar, dan Pusat Promosi Perdagangan Indonesia (ITPC) di luar negeri harusnya melihat itu semua sebagai peluang.
Jokowi mengatakan perhatian besar yang telah diberikan pemerintah terhadap pasar ekspor non tradisional telah membuahkan hasil. Salah satu hasil, tercermin dari pertumbuhan Ekspor Indonesia periode Januari-September 2018 yang berhasil mencapai 9,2 persen dibanding tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, saya belum tahu insentif apa yang bisa diberikan sehingga pabrik, dunia usaha, industri semua terdorong masuk ke pasar ekspor," katanya.