"Ya iya dong (data BPS jadi acuan). Karena sekarang semua memakai (data perhitungan) sendiri-sendiri," kata Jokowi di ICE BSD, Rabu (24/10).
Data produksi beras selama ini simpang siur. Untuk 2018 ini misalnya, beberapa waktu lalu BPS menyatakan produksi beras nasional sampai dengan akhir tahun hanya akan mencapai 32,42 juta ton.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi data Kementerian Pertanian, luas lahan sawah baku mencapai 8,18 juta hektare. Sementara itu untuk proyeksi konsumsi, Data BPS menunjukkan konsumsi beras langsung dan tidak langsung mencapai 111,58 kilogram per kapita per tahun atau 29,57 juta ton.
Jokowi mengatakan permasalahan data yang tidak sinkron dan berantakan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak 1997 lalu. "Memang tidak benar data itu. Ini setahun lalu BPS sampaikan ke kami dan ini mau kami benarkan," tutur mantan Wali Kota Solo ini.
Lihat juga:Menebus Dosa Atas Kekeliruan Data Beras |