Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Mulai dari baht Thailand melemah 0,12 persen, ringgit Malaysia minus 0,08 persen, dan dolar Singapura minus 0,05 persen.
Namun, beberapa mata uang lainnya justru bersandar di zona hijau, seperti won Korea Selatan menguat 0,05 persen, peso Filipina 0,01 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, dan yen Jepang 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mayoritas mata uang utama negara maju melemah dari mata uang Negeri Paman Sam. Hanya poundsterling Inggris dan rubel Rusia yang menguat, masing-masing 0,01 persen dan 0,02 persen.
Sedangkan franc Swiss melemah 0,21 persen, dolar Australia minus 0,14 persen, dolar Kanada minus 0,11 persen, dan euro Eropa minus 0,06 persen.
"Meski rupiah menguat, ini belum mengubah tren yang terjadi, yaitu kecenderungan sideways. Hal ini karena sentimen dalam negeri hanya membuat pergerakan rupiah berada di kisaran yang sempit," katanya, Jumat (26/10). (uli/bir)