Rating Baa2 untuk Inalum mencerminkan penerapan metodologi penilaian Moody's untuk penerbit yang terkait dengan pemerintah. Sebagai catatan, Moody's memberikan rating kredit pemerintah Indonesia di level Baa2.
Penilaian itu menggabungkan kualitas kredit mandiri, atau penilaian kredit dasar (baseline credit assessment/BCA) di level ba2 dan ekspektasi Moody's terhadap Inalum yang akan mendapatkan dukungan luar biasa dari pemerintah pada saat dibutuhkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Moody's menilai Inalum akan mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia mengingat peran strategis Inalum sebagai induk holding tambang pelat merah dan rekam jejak dukungan pemerintah terhadap Inalum selama ini.
Salah satunya, bila Moodys memangkas peringkat utang pemerintah. Selain itu, pemangkasan juga bisa dilakukan bila terjadi gangguan operasional Inalum yang menggerus volume produksi dan pendapatan mereka.
Pemangkasan juga bisa dilakukan bila kinerja industri Inalum menurun sehingga mengakibatkan turunnya pendapatan anak usaha. Atau, jika Inalum mulai membayar dividen sebelum perusahaan memulihkan leveragenya dan kembali melakukan akuisisi yang dibiayai dengan utang.
Di saat yang sama, Moody's juga menyematkan peringkat Baa2 kepada obligasi senior tanpa jaminan yang akan diterbitkan oleh Inalum. Pendanaan dari obligasi tersebut akan digunakan untuk membiayai transaksi divestasi senilai US$3,85 miliar untuk mengerek porsi saham perseroan dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen di PT Freeport Indonesia.
GriesermenilaiInalum akan diuntungkan dariskalaoperasionalFreeport Indonesia. Maklum,Freeport merupakan perusahaan tambang tembaga terbesar kedua di dunia dan tambang emasterbesardiGrasberg.
"Kendati demikian, risiko kredit akan naik akibat kenaikan leverage keuangan dan proyek ekspansi modal yang kompleks Freeport Indonesia," ujar Grieser.
Moody's menilai akuisisi saham yang didanai dari utang itu akan mengerek leverage pro forma Inalum dari satu kali pada 30 Juni 2018 menjadi empat kali. Transaksi divestasi akan rampung jika sejumlah kondisi terpenuhi.
Kondisi tersebut antara lain; Inalum memperoleh dana untuk membiayai akuisisi saham, pemerintah menerbitkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk Freeport Indonesia, masalah lingkungan terselesaikan, dan pemerintah memberikan perpanjangan rekomendasi ekspor.