Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Rida Mulyana mengakui realisasi investasi di bidang energi terbarukan cenderung melambat. Kondisi ini diakibatkan beberapa investasi pengeboran proyek energi panas bumi tertunda. Padahal, jika ditilik dari porsi investasi, sektor panas bumi memegang porsi mayoritas.
Hingga akhir tahun, realisasi investasi pada sektor panas bumi ditargetkan mencapai setengah dari investasi EBT US$2,01 miliar atau sekitar US$1,2 miliar. Akibatnya, perlambatan pada sektor ini menyebabkan realisasi investasi EBT ikut lesu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati realisasi investasi melempem, Kementerian ESDM mencatat Penerimaan Negara Buka Pajak (PNBP) dari panas bumi mencapai Rp1,14 triliun. Jumlah ini melebihi dari target pemerintah sebesar Rp700 miliar.
Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari memaparkan penundaan investasi justru menambah pundi-pundi setoran negara. Alasannya, perusahaan yang menunda belanja investasi harus menyetor lebih banyak ke negara.
Data Kementerian ESDM juga mencatat kapasitas terpasang dari pembangkit panas bumi hingga kuartal III 2018 baru mencapai 1.948,5 Megawatt (MW). Akhir tahun nanti, target kapasitas terpasang dari PLTP sebesar 2.058,5 MW. (agi)