Kendati demikian, hingga pukul 08.50 WIB, rupiah bergerak melemah ke level Rp15.216 per dolar AS.
Bersama dengan rupiah, sejumlah maya uang negara Asia juga bersandar di zona merah. Mulai dari dolar Singapura melemah 0,07 persen, yen Jepang minus 0,04 persen, peso Filipina minus 0,04 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen. Begitu pula dengan mata uang utama negara maju yang melemah dari mata uang Negeri Paman Sam. Rubel Rusia melemah 0,39 persen, euro Eropa minus 0,1 persen, franc Swiss minus 0,1 persen, dolar Australia minus 0,04 persen, dan poundsterling Inggris minus 0,03 persen.
Lihat juga:Ekonomi AS Lunglai, IHSG Diramal Menguat |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu sentimen yang masih mempengaruhi pergerakan pasar mata uang, yaitu rilis pertumbuhan ekonomi AS pada akhir pekan lalu. Ekonomi AS berada di kisaran 3,5 persen pada kuartal III 2018.
Angka pertumbuhan ini lebih tinggi ketimbang kuartal III 2017 di 2,8 persen, namun tidak lebih tinggi dari kuartal II 2018 sebesar 4,2 persen. Hal ini membuat ekonomi AS tidak sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakn pemulihan ekonomi AS bakal lebih cepat.
Sementara di dalam negeri, sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah pada pekan ini, diperkirakan baru datang pada pertengahan pekan, yaitu rilis data inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS). (agi)