Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan pemangkasan tarif dilakukan agar lebih terjangkau oleh masyarakat. Dengan demikian, tingkat okupansi dan pemanfaatannya bisa lebih optimal.
"Kalau orang dari satu tempat mau ke Universitas Sriwijaya mesti bayar Rp10 ribu. Sekarang, kami jadikan Rp7 ribu (per perjalanan). Kalau bolak-balik menjadi Rp14 ribu," ujar Budi usai menghadiri sebuah acara di Jakarta, Senin (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, mahasiswa bisa memanfaatkan LRT Pelembang dengan interkoneksi antar moda yang lebih baik.
Tak hanya itu, Kemenhub juga menambah jam operasional LRT Palembang. Tadinya, LRT Palembang beroperasi mulai pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB. Namun, Kemenhub menambah jam operasional sebanyak empat jam menjadi pukul 05.00 WIB menjadi 21.00 WIB.
"Kami mengidentifikasi justru yang butuh waktu orang berangkat pagi atau pulang waktu sore,"
Lebih lanjut, untuk menjaga kualitas pelayanan, Budi memastikan kerusakan di stasiun DJKA LRT Palembang segera diperbaiki dan diperkirakan bisa beroperasi hari ini. Sebelumnya, plafon Stasiun DJKA LRT Palembang rusak karena diterjang hujan dan angin kencang di Palembang pada Sabtu (27/10) lalu.
"(Dampak angin ribut) itu bukan saja di Stasiun LRT tapi juga pada Benteng Kuto Besak, di Jakabaring dan ada beberapa lagi yang terkena," terangnya. (sfr/agi)