Sebelumnya, program BBM Satu Harga memungkinkan masyarakat yang tinggal di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) dapat merasakan harga BBM di tingkat Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) atau lembaga penyalur sama dengan ketentuan. Dengan program ini, minyak Solar dijual seharga Rp5.150 per liter dan Premium dibanderol Rp6.450 per liter.
"Per 30 Oktober 2018, (BBM Satu Harga) sudah terealisasi 58 titik. Dari 58 titik, pemerintah, BPH Migas dan Kementerian ESDM, itu sudah meresmikan 21 titik. Sisanya nanti akan diresmikan juga supaya masyarakat lebih menyadari bahwa di sana ada BBM Satu Harga," ujar Project Coordinator BBM Satu Harga Retail Fuel Marketing Pertamina Zibali Hisbul Masih kepada awak media di Jakarta, Selasa (30/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika memungkinkan pembangunan delapan titik di antaranya bisa dimulai sejak tahun ini. Perseroan telah menerima permohonan pembangunan titik BBM Satu Harga dari lembaga penyalur.
Namun, perseroan berupaya mengatasi kendala tersebut mulai dari pengawasan stok dan kondisi cuaca untuk penyesuaian jadwal pengiriman BBM hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat keamanan. Adapun total volume bahan bakar yang telah disalurkan sejak peluncuran program BBM Satu Harga Januari 2017 lalu hingga 30 September 2018 mencapai 77,56 juta liter.
Realisasi tersebut terdiri dari; 53,94 juta liter Premium dan 23,62 juta liter Solar. Keseluruhan penyaluran tersebut setara dengan 0,05 persen dari konsumsi Premium dan Solar bersubsidi nasional.