Vice President Passenger Marketing KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji menyebutkan relasi yang akan dijajal adalah relasi di jalur selatan Jakarta - Yogyakarta/Solo - Malang dan Jakarta - Bandung.
Perseroan, lanjut Raden, telah melakukan uji coba terbatas untuk relasi Jakarta - Yogyakarta/Solo - Malang sejak September hingga akhir Oktober. Dalam masa uji coba ini, kereta sleeper hanya beroperasi pada akhir pekan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Raden mengungkapkan dengan mengeluarkan layanan kereta api sleeper, perseroan ingin menggaet segmen menengah ke atas yang cenderung tidak menyukai perjalanan melalui udara.
Rute kereta api Jakarta - Yogyakarta -Malang akan beroperasi secara reguler setelah perseroan menerima enam unit kereta sleeper tambahan dari PT INKA. Rencananya, sebanyak enam unit kereta sleper baru itu akan masuk mulai Januari 2019 dengan kapasitas 26 kursi.
Sementara, uji coba kereta sleeper class Jakarta - Bandung baru akan dilakukan tahun depan setelah unit kereta tambahan tiba. Rencananya, harga tiket relasi ini akan berkisar Rp250 ribu per orang, tak jauh beda dengan tiket kelas prioritas.
Saat ini, kereta berfasilitas layaknya di kelas bisnis pesawat ini baru melayani relasi di jalur utara Jawa untuk rute Stasiun Gambir (Jakarta)- Cirebon - Stasiun Semarang Tawang - Stasiun Pasarturi (Surabaya).
Sejak diluncurkan pada pertengahan tahun ini, Raden menyebutkan tingkat okupansinya sekitar 60 persen. Adapun kapasitas angkutnya terbatas yaitu hanya 18 kursi. (agi)