Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi beras masyarakat sampai akhir tahun. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, pemerintah tidak perlu menambah cadangan beras dengan membuka keran impor.
"Stok tersebut siap disalurkan bila sewaktu-waktu pemerintah memerlukannya untuk bencana alam maupun intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga," ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Perbandingan Data Beras vs Kementan |
Lebih lanjut, menurutnya, sekalipun ada kecenderungan lonjakan permintaan jelang akhir tahun, pasokan beras di tanah air tetap akan mencukupi kebutuhan masyarakat. Sebab, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dimiliki melebihi target sebesar 1-1,5 juta ton.
Selain itu, ia juga menjamin kecenderungan terjadinya lonjakan permintaan beras pada akhir tahun, akan bisa diantisipasi Bulog. Bulog akan mampu mendistribusikan pasokan ke masyarakat melalui Operasi Pasar (OP).
Di sisi lain, Budi bilang, impor juga tidak dibutuhkan karena berdasarkan data proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia masih akan mengalami surplus pasokan beras sekitar 2,85 juta ton. Menurutnya, proyeksi ini memang sejalan dengan perkiraan rata-rata serapan beras Perum Bulog yang mencapai 3.000 ton per hari dari petani lokal.