Menurut dia, harus ada instrumen kebijakan yang mengimbangi tingkat keselamatan penumpang dengan tarif yang dibayarkan. "Tarif itu di satu sisi terlalu rendah dan itu berkorelasi (dengan keselamatan) meski itu tidak langsung," jelas Budi, Rabu (31/10).
Namun menurut dia, penerbangan LCC merupakan kebutuhan transportasi masyarakat. Insiden yang menimpa LCC pun disebutnya bukan salah model bisnisnya. Hanya saja, menurutnya keselamatannya yang perlu diperketat.
"Bukan LCC yang salah, tapi bagaimana caranya kami meningkatkan safety," jelas dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, insiden serupa menimpa AirAsia dengan nomor penerbangan QZ8501 dengan tujuan Surabaya-Singapura. Dari kejadian itu, 162 penumpangnya dinyatakan tewas.