Penasihat Ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan rencana pertemuan Trump dengan Xi sampai saat ini juga belum disusun.
"Saya tidak bisa mengatakan apapun. Tapi presiden di salah satu acara TV, ia mengatakan, itu (tarif baru) tidak bisa diambil- jika kesepakatan damai dengan China terjadi, maka banyak tarif yang mungkin ditarik kembali," katanya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
AS disebut oleh seorang pejabat negara tersebut pada awal pekan ini akan melancarkan serangan dagang baru terhadap China. Serangan akan dilancarkan kalau pertemuan antara Donald Trump dan Xi Xinping bulan ini gagal membuahkan hasil memuaskan bagi penyelesaian sengketa dagang yang tengah terjadi di antara dua negara tersebut.
Gayung bersambut, China membalas serangan tersebut dengan memberlakukan tarif atas impor AS bernilai 110 miliar dolar AS. Trump sudah sejak lama mengancam akan terus mengenakan tarif atas semua sisa barang impor Cina ke Amerika Serikat, jika Beijing tidak memenuhi tuntutan AS memperbaiki kebijakan dagangnya terhadap Negeri Paman Sam tersebut.
Sampai saat ini, total nilai sisa impor China ke AS yang sampai saat ini belum terkena tarif di AS mencapai US$257 miliar. Barang yang belum terkena tersebut antara lain; produk konsumen, telpon seluler, komputer, pakaian jadi dan sepatu.