Misalnya, sistem perizinan investasi terintegrasi secara elektronik (Online Single Submission/OSS). Sistem ini sendiri baru diberlakukan pertengahan tahun, sehingga dampaknya belum akan terasa signifikan pada pertumbuhan investasi.
"Sayangnya baru dirilis Juli, mungkin baru bekerja penuh pada Desember nanti," tutur Darmin, Kamis (1/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu lebih radikal, sehingga bukan cuma utak-atik perizinan turun dari dua minggu menjadi seminggu," jelas Darmin.
Saat ini, posisi tersebut ditempati oleh Serbia, Polandia, Korea, dan Austria. Bank Dunia (World Bank) memberikan skor untuk Serbia sebesar 92,59, Polandia sebesar 75,18, Korea sebesar 76,34, dan Austria 83,45.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga bekerja sama dengan pemerintah negara lain untuk memperbaiki perdagangan lintas batas. Menurutnya, pemerintah juga wajib membenahi aturan perdagangan lintas batas secara berkala.
"Jadi pemerintah Indonesia juga harus bekerja sama dari sisi persepsi mereka, nah kalau pemerintah sudah memperbaiki tidak bisa langsung puas," kata Sri Mulyani.
Selain itu, Sri Mulyani juga melihat pemerintah masih perlu melakukan reformasi dari segi pajak. Misalnya, mengembangkan sistem elektronik dan menyederhanakan persyaratan pelaporan pajak.