Di kawasan Asia, rupiah menguat bersama mayoritas mata uang lainnya. Hanya peso Filipina yang stagnan dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,33 persen, yen Jepang 0,25 persen, ringgit Malaysia 0,24 persen, baht Thailand 0,15 persen, dan dolar Singapura 0,09 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan mayoritas mata uang utama negara maju yang turut bersandar di zona hijau. Franc Swiss menguat 0,25 persen, euro Eropa 0,24 persen, poundsterling Inggris 0,16 persen, dan rubel Rusia 0,05 persen. Hanya dolar Australia yang stagnan.
Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi memperkirakan rupiah masih akan terus menguat pada hari ini karena masih ada sentimen eksternal yang menyokong penguatan mata uang Garuda.
Menurutnya, hasil Pemilu Kongres AS akan membuat proyeksi pertumbuhan Trump terintervensi sehingga membuat pelaku pasar menarik dolar AS dan melemahkan mata uang Negeri Paman Sam.
Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.670-14.930 per dolar AS pada hari ini. "Tapi pergerakannya sangat bergantung pada hasil Pemilu Kongres AS," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/11).