Dalam surat resmi perusahaan yang diperuntukkan bagi eksportir jagung di laman resmi Perum Bulog tertuliskan bahwa undangan partisipasi pengadaan jagung hanya diperuntukkan bagi eksportir asal Argentina dan Brazil.
Surat itu ditandatangani oleh Direktur Pengadaan Perum Bulog Bacthiar pada Rabu (7/11) kemarin. Dalam surat itu juga dituliskan proposal atau dokumen partisipasi itu paling lambat dikirimkan besok Jumat (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jagung impo rencananya akan disebar ke peternak kecil dan menengah yang biasanya beternak ayam petelur, bukan ayam pedaging.
Secara terpisah, Budi menyebut pihaknya akan mengusahakan penyediaan jagung dari dalam negeri terlebih dahulu sambil menunggu datangnya jagung impor yang akan memasuki masa lelang. Jagung itu salah satunya berasal dari Sulawesi.
"Ada stok dalam negeri yang akan kami distribusikan dalam waktu dekat ini," ucap Budi.
Hanya saja, ia belum bisa memastikan jumlah jagung yang akan disebar ke peternak kecil dan menengah tersebut. Yang pasti, solusi dalam waktu dekat bisa diselesaikan oleh Bulog.
"Hitungannya belum pasti," imbuh Budi.
Pemerintah sebelumnya memutuskan untuk mengalokasikan jagung impor ke tiga provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Budi menyebut salah satu wilayah yang paling membutuhkan saat ini, yakni Blitar.
"Sementara ini yang awal minggu ini Blitar butuh sekitar 2.000 ton," terang Budi. (aud/agi)