Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pembangunan tol secara keseluruhan dari Merak-Banyuwangi diperkirakan baru rampung pada Desember 2019.
"Tujuannya, supaya mudik Natal dan Tahun Baru sudah bisa dipakai dan gratis (untuk ruas tol yang baru diresmikan). Nanti baru pada tahun depan, mulai berbayar," ujar Basuki saat peresmian Tol Pejagan-Pemalang di Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, lanjut Basuki, setidaknya masih ada empat ruas yang masih terus dikebut pengerjaannya sampai akhir tahun dalam rangkaian jalan tol Jakarta-Surabaya. Empat ruas tol tersebut, yaitu Tol Sragen-Ngawi, Tol Salatiga-Solo, Tol Batang-Semarang, dan Tol Ngawi-Kertosono.
"Ini semua sudah sekitar 90 persen lebih kontruksinya, sehingga diperkirakan bisa tercapai. Nanti akan kami resmikan lagi sebagai peringatan bahwa ini konstruksi terakhir 'nyambungnya' Jakarta-Surabaya," katanya.
Dengan skema ini, Basuki bilang, pemerintah akan memberi potongan tarif bila masyarakat menggunakan jalan tol dari Jakarta-Surabaya. Pasalnya, bila mengikuti ketentuan tarif tol Rp1.000 per kilometer (km) sesuai dengan yang telah ditetapkan pemeirntah, maka tarif tol Jakarta-Surabaya akan sangat mahal.
"Jadi tarif tol dari Jakarta-Surabaya tidak akan ditotal secara manual, nanti bisa ada diskon atau rasionalisasi. Kalau tidak nanti tarifnya lebih mahal daripada tiket pesawat," pungkasnya.
Berdasarkan data Kementerian PUPR, Tol Trans Jawa secara keseluruhan dari Merak-Banyuwangi dengan panjang mencapai 1.150 km ditargetkan selesai pada Desember 2019.