UOB Resmikan Kantor Pusat Baru di Shanghai

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 14:11 WIB
UOB Resmikan Kantor Pusat Baru di Shanghai Pembukaan resmi UOB Plaza juga bersamaan dengan peringatan 10 tahun UOB China. (Dok. UOB)
Jakarta, CNN Indonesia -- United Overseas Bank (UOB) resmi membuka kantor pusat baru di Shanghai, sebagai bukti komitmen jangka panjang untuk China pada Selasa (6/11).

UOB Plaza merupakan gedung perkantoran pertama Grade-A yang dimiliki oleh bank asing di Distrik Keuangan Lujiazui. Distrik ini merupakan pusat keuangan terbesar di China yang mendorong pengembangan Shanghai sebagai pusat keuangan internasional.

Dengan 20 lantai dan luas lebih dari 35 ribu meter persegi, gedung UOB menempati 12 lantai tersebut menjadi rumah bagi kantor pusat UOB China, kantor cabang Shanghai dan sub-cabang Zona Perdagangan Bebas. Sebanyak tujuh ratus karyawan bank bermarkas di UOB Plaza.


"Pertama kali kami hadir di China pada 1984 dengan sebuah kantor perwakilan di Beijing. Selama lebih dari 30 tahun, UOB telah membangun waralaba Tiongkok dan memperdalam hubungan kami dengan nasabah, kolega, dan masyarakat. Hari ini, gedung milik kami di kawasan yang berkembang pesat di Lujizui menegaskan kembali komitmen kami terhadap pasar Tiongkok dan para pemangku kepentingan kami di sini," kata Wee Ee Cheong, Wakil Ketua dan CEO UOB.


Acara pembukaan UOB Plaza diresmikan oleh Chan Chun Sing, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura; Stanley Loh, Duta Besar Singapura untuk Republik Rakyat Tiongkok; Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and Group CEO, UOB ; Christine Ip, CEO Greater China, UOB; dan Peter Foo, Presiden dan CEO UOB (China).

Pertumbuhan UOB China dekade ini

Peresmian UOB Plaza juga bersamaan dengan peringatan 10 tahun UOB China, anak perusahaan UOB yang didirikan secara lokal. Sejak mulai beroperasi pada 2008, UOB China telah memperluas jaringan menjadi 16 cabang di 12 kota besar.

Selama dekade terakhir, total pendapatan operasional dan total aset meningkat hampir lima kali lipat masing-masing menjadi RMB1,2 miliar dan RMB63,5 miliar pada 2017. Laba bersih setelah pajak tumbuh lebih dari enam kali lipat menjadi RMB136 juta pada periode yang sama. Modal terdaftar UOB China juga meningkat dari RMB3 miliar menjadi RMB5,5 miliar saat ini.

"Sebagai salah satu dari bank anak perusahaan yang dimiliki asing di Tiongkok, kami telah mencapai pertumbuhan yang signifikan. Dari sini kami akan terus memperdalam kehadiran kami serta mempertajam keahlian kami dalam melayani nasabah kami. Dengan Tiongkok yang terus meliberalisasi sektor keuangan dan untuk memajukan inisiatif regional seperti Belt and Road Initiative (BRI) dan skema Greater Bay Area, kami akan terus maju untuk menghubungkan nasabah kami dengan lebih banyak peluang di dalam dan di sepanjang perbatasan," kata Peter Foo, Presiden dan CEO UOB China.

Memperkuat kemitraan

Di hari yang sama, UOB China juga menandatangani tiga Memorandum of Understanding (MOU). Yang pertama dengan CITIC Bank Corporation Limited Tiongkok untuk membantu lebih banyak perusahaan berinvestasi di dalam dan luar Tiongkok. Kedua bank akan berkolaborasi untuk menawarkan solusi di berbagai bidang seperti penasehat investasi, pembiayaan perusahaan dan proyek, pembiayaan perdagangan, keuangan derivatif dan bisnis renminbi lintas batas.

MOU kedua dengan Ascendas-Singbridge Group, penyedia solusi pembangunan kota berkelanjutan dan ruang bisnis yang bermarkas di Singapura. Di bawah MOU, UOB China akan memberikan solusi bisnis dan keuangan komplementer untuk perusahaan rintisan dan usaha kecil menengah (UKM) yang beroperasi di China. Ini termasuk tarif sewa yang istimewa di taman bisnis Ascendas-Singbridge Group dan ruang kerja bersama 'thebridge', serta akses ke rangkaian produk dan layanan UOB China yang komprehensif.

Ketiga, UOB China juga menandatangani MOU dengan Biro Adminsitrasi Lujiazui dari Zona Perdagangan Bebas Shanghai untuk mendukung pertumbuhan ekosistem teknologi keuangan (FinTech) di Distrik Keuangan Lujiazui. (stu)


ARTIKEL TERKAIT