Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan pinjaman tersebut merupakan jebakan. Oleh karena itulah, ia meminta negara kecil menghidari jebakan tersebut dan memilih kerja sama dengan AS.
"AS tidak akan menenggelamkan mitra, sahabat dalam lautan utang," katanya seperti dikutip dari AFP, Minggu (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Xi juga mengatakan China tidak memiliki agenda tersembunyi dalam menggelontorkan pinjaman ke negara yang membutuhkan.
Beberapa negara tercatat sudah memanfaatkan pinjaman dari program tersebut. Salah satunya, Pakistan.
Pakistan sudah menerima pendanaan sebesar US$62 miliar atau Rp828 triliun dari program tersebut. Selain Pakistan, dana program juga sudah dinikmati oleh Filipina dan Malaysia.
Kedua negara tersebut sudah menghimpun pendanaan masing-masing sebesar US$24 miliar dan US$30 miliar dari program tersebut.
Selain mereka, Indonesia juga turut memanfaatkan dana program tersebut untuk pembangunan infrastruktur di dalam negeri; Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.