Perdana Menteri PNG Peter O'Neill mengatakan isu utama yang gagal membuahkan kesepakatan berkaitan dengan perselisihan dagang dua negara. O'Neill yang juga ketua pertemuan mengatakan masalah yang mengganjal kesepakatan dagang tersebut berkaitan dengan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Dalam pertemuan, ada negara yang ingin penyebutan WTO dan reformasinya dinyatakan dalam deklarasi pemimpin.
Di sisi lain, ada negara yang tidak menghendaki pernyataan tersebut masuk dalam deklarasi. "Anda tahu dua raksasa ada dalam pertemuan. Masalah perdagangan bisa diangkat di Organisasi Perdagangan Dunia. Tapi APEC tidak punya hak apa-apa di WTO," katanya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain masalah perdagangan, KTT APEC juga diwarnai rebutan pengaruh AS dengan China di kawasan Pasifik. AS dan sekutu baratnya menjanjikan pendanaan bersama bernilai US$1,7 miliar untuk proyek listrik dan internet di Papua Nugini.
Pendanaan diberikan untuk menandingi Program Jalur Sutra yang saat ini sedang dijalankan China. Selain rebutan pengaruh tersebut, KTT juga diwarnai perang kritik antara AS dengan China.