"Dari yang kami tanya pada periode dua bulan kemarin sekitar 45 perusahaan (yang IPO tahun depan). Tapi kan belum semua underwriter (penjamin emisi) kami tanya," papar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, Kamis (22/11).
Jumlah perusahaan tersebut bahkan lebih banyak dari target BEI sebelumnya yang memperkirakan hanya 35 perusahaan menjadi perusahaan terbuka di pasar modal pada tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Nyoman belum bisa memastikan total raihan dana yang dibidik masing-masing perusahaan. Ia juga tak memberikan informasi rinci jumlah raihan dana emiten dari aksi korporasi tersebut lebih tinggi dari tahun ini atau tidak.
"Untuk mendapatkan perkiraan dananya berapa masih harus ngobrol dulu sama mereka," sambung Nyoman.
"Dengan asumsi mudah-mudahan dari diskusi terakhir dengan mereka (underwriter) tidak ada perubahan atau pergeseran ya," ujar Nyoman.
Nyoman optimistis tahun politik tak akan menjadi penghalang bagi perusahaan tertutup untuk mengganti statusnya menjadi perusahaan terbuka. Hal ini berlaku selama semua kegiatan politik berlangsung dengan aman dan damai.
Seperti diketahui, pesta demokrasi berupa pemilihan presiden (Pilpres) akan dilaksanakan pada April 2018 besok. Dalam hal ini, Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin menempati nomor urut pertama sebagai sepasang calon presiden dan wakil presiden dan pasangan calon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut dua.