Menteri Pertanian Amran Sulaiman menerangkan, meski sudah diputuskan impor, namun hingga kini jagung impor belum datang. Sementara, musim panen akan tiba. Artinya, ada kemungkinan jagung impor tersebut tidak digunakan.
"Kemarin kekurangan sekitar 12 ribu ton kan sudah dibantu (PT Charoend Pokphand Indonesia dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk meminjamkan melalui Bulog). Nah, ini juga mau panen, jadi nanti dilihat," ujarnya saat mengunjungi Transmedia, Jumat (23/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekadar mengingatkan, Charoend Pokphand dan Japfa Comfeed meminjamkan pasokan jagung ke Bulog karena alasan proses impor yang memakan waktu. Jagung itu akan dikembalikan saat jagung impor masuk ke Indonesia.
Yang pasti, ia menyampaikan Bulog tidak akan mengeluarkan jagung impor ke pasar bila harga jatuh terlalu rendah. Hal itu dilakukan untuk menjaga keseimbangan, termasuk memenuhi kebutuhan petani dan peternak kecil.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memastikan telah menerbitkan Surat Persetujuan Impor (SPI) jagung pada 16 November 2018. Direktur Jenderal Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan menuturkan jagung impor bisa mendarat di Indonesia dalam 30-40 hari ke depan.
"Karena ini sudah persetujuan rakortas, maka tidak usah nanti-nanti," imbuh dia di Kemenko Perekonomian pada awal pekan ini. (bir)