Dari yang semula berada di kisaran Rp13.500 per dolar AS hingga sempat terpuruk ke level Rp15.200 per dolar AS. "Alhamdulillah, dalam 2-3 minggu terakhir, rupiah menguat, kembali ke kisaran Rp14.500 per dolar AS," ujarnya di kawasan Senayan, Jakarta, Selasa (27/11).
Jokowi bilang penguatan rupiah belakangan ini merupakan buah dari berbagai jurus yang telah dilakukan, khususnya yang diupayakan oleh Bank Indonesia (BI) selaku regulator moneter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BI, menurut Jokowi, tidak pernah absen dari area pertempuran antara rupiah melawan dolar AS dengan berbagai kebijakannya. Misalnya, intervensi di pasar hingga kenaikan bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 175 basis poin (bps) menjadi 6 persen sepanjang tahun ini.
"Saya sadar betul betapa beratnya pertempuran dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan. Saya tahu BI naikkan bunga demi stabilkan kurs rupiah terhadap dolar AS," katanya.
"Saya baca dari 31 ekonom yang disurvei Bloomberg, hanya tiga ekonom yang berekspektasi BI akan menaikkan bunga acuan. Pasar kaget dengan kebijakan itu, tapi disambut positif setelah itu. Jadi ini saya anggap BI berani," terang dia.
Menurutnya, meski berbagai langkah akan terus pro-kontra, namun Jokowi berharap bank sentral nasional terus tegas dan menunjukkan determinasinya dalam membentengi stabilitas nilai tukar rupiah.
"Dalam bahasa sehari-hari, ini disebutnya taring BI sudah keluar. Ini yang dibutuhkan saat kondisi seperti ini," pungkasnya. (uli/bir)