Di kawasan Asia, sejumlah mata uang berada di zona hijau bersama rupiah, seperti peso Filipina yang menguat 0,09 persen, yen Jepang 0,07 persen, dolar Singapura 0,01 persen, dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara, dolar Singapura stagnan. Namun, beberapa mata uang justru bersandar di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,08 persen, baht Thailand 0,08 persen, dan won Korea Selatan 0,06 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya rubel Rusia yang menguat 0,13 persen. Sementara dolar Australia stagnan.
"Arah suku bunga yang cenderung netral membuat kenaikan dolar AS tertahan sehingga memberikan kesempatan pada rupiah untuk berbalik menguat," ujarnya, Jumat (30/11).
Selain itu ada pula sentimen dari dalam negeri berupa pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,0-5,4 persen pada tahun depan dengan inflasi yang masih terkendali di 3,5 persen plus minus 1 persen. (uli/rea)