JK mengungkapkan Indonesia dan Arab Saudi sepakat untuk mempercepat pembangunan kilang minyak tersebut. "Kita sudah ada perjanjian untuk membangun kilang minyak di Cilacap, investasinya cukup besar sekitar US$6 miliar. Mereka minta dipercepat untuk dimulainya," ujar Jusuf Kalla dalam keterangan resmi, Sabtu (1/2).
"Kita harus mengakui terhambatnya itu ada di pihak kita yang belum menyelesaikan masalah lahan, untuk itu mereka minta dipercepat," ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:JK Suarakan Ekonomi Digital pada KTT G20 |
Selain isu pembangunan kilang, kedua pemimpin negara juga menyinggung peningkatan kerjasama ekonomi bilateral pada bidang IT dan pelatihan tenaga kerja.
Untuk informasi, perusahaan minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco, telah menjalin kerja sama dengan PT Pertamina (Persero) dalam pembangunan kilang Cilacap. Melalui proyek ini kapasitas kilang minyak di Cilacap akan meningkat menjadi 400 ribu barel per hari (bph) dari sebelumnya 348 ribu bph. (ulf/dea)