"Ke depan kan sudah habis pemilu (pemilihan umum), jadi lebih antusias," ucap Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Senin (3/12).
Sayangnya, ia tak memberikan kisi-kisi berapa jumlah potensi penghimpunan dana di pasar modal sepanjang 2019. Wimboh memastikan jumlahnya akan meningkat signifikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Investasi jangka panjang yang lebih marak terjadi pada tahun depan karena tahun depan akan lebih pasti karena guncangan dari efek normalisasi sudah lebih mild (ringan)," papar Wimboh.
"Sekarang saja begitu nilai tukar rupiah sudah agak kuat itu ada aliran modal asing masuk, aliran modal asing itu pasti dorong nanti penghimpunan dananya besar," ujar Wimboh.
Merujuk RTI Infokom, nilai tukar rupiah sore ini meningkat 0,25 persen atau 35 poin ke level Rp14.246 per dolar AS. Sepanjang hari ini, rupiah bergerak dalam kisaran Rp14.209-Rp14.298 per dolar AS.
Sementara, OJK mencatat hingga 23 November 2018 total perhimpunan dana oleh korporasi sebesar Rp156 triliun. Sementara, jumlah emiten baru di BEI sudah mencapai 56 emiten atau lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang hanya 46 emiten baru.