Dalam surat yang ditandatangani langsung oleh Sandiaga dan ditujukkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tertulis seluruh sahamnya dilepas dengan harga Rp3.776 per saham. Angka itu lebih rendah dari penutupan saham perusahaan sore ini sebesar Rp4 ribu per saham.
Bila dihitung, Sandiaga meraup dana segar sebesar Rp157,83 miliar dari penjualan sahamnya di Saratoga Investama. Dalam hal ini, tujuan transaksi saham perusahaan adalah divestasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum empat transaksi penjualan saham itu, kepemilikan saham Sandiaga di Saratoga Investama Sedaya sebanyak 672.615.429 saham atau setara dengan 24,79 persen. Namun, kini Sandiaga hanya menggenggam saham Saratoga Investama sebanyak 630.815.429 atau 23,25 persen. Bila dihitung, pengurangan saham hanya tipis sebesar 1,5 persen.
Penjualan saham ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali dilakukan oleh Sandiaga. Pada Desember 2016, pasangan calon wakil presiden nomor urut dua itu juga melepas sahamnya di Saratoga Investama Sedaya sebanyak 39,62 juta saham dan meraup dana Rp134,73 miliar, dengan harga saham saat itu sebesar Rp3.400 per saham.
Total saham yang dilepas Sandiaga itu setara dengan 1,46 persen dari total saham Saratoga Investama Sedaya yang beredar, yakni 2,71 miliar saham. Sebelumnya, mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini sempat mengempit saham Saratoga Investama Sedaya sebanyak 29,25 persen.