Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto mengatakan perusahaan memiliki proyek berupa pembangunan Jembatan Holtekamp di Jayapura. Selain itu, ada juga pembangunan gedung Bank Indonesia (BI) dan stadion Jayapura.
"Proyek berjalan seperti biasa mengingat kondisi keamanan yang kondusif di wilayah di mana proyek kami berada," ucap Agus kepada CNNIndonesia.com, Kamis (6/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan serta melakukan pendekatan dan bersosialisasi dengan masyarakat setempat, termasuk mengakomodir tenaga lokaldiproyekPTPP," ujar Agus.
Agus mengatakan ketiga proyek PTPP di Papua ditargetkan rampung pada awal tahun depan. Saat ini, pengerjaan proyek sudah mencapai 85-95 persen.
"Untuk jarak dari lokasi proyek dari Oksibil ke lokasi Istaka Karya tidak bisa ditempuh melalui perjalanan darat, harus pesawat baling-baling jenis cessna caravan," papar Puspita.
Dengan pendampingan aparat keamanan, Puspita meyakini proyek dengan nilai Rp108,56 miliar itu akan tetap berjalan normal saat ini. Lagipula, kata Puspita, proses pengerjaanya sudah hampir selesai.
"Progres Oksibil sejauh ini sudah 88 persen," pungkas Puspita.
Adapun proyek Dermaga Sorong, menurut dia, juga sudah mencapai 96,17 persen, sedangkan paket pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk penanganan bencana darurat virus campak dan gizi buruk Kabupaten Asmat mencapai 69,88 persen.
Kejadian penembakan terhadap puluhan pekerja proyek Istaka Karya terjadi pada Minggu (2/12) kemarin sekitar pukul 15.30 WIT. Aksi itu dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kali Yigi Aura Distrik Yigi Kabupaten Nduga.
Merespons kejadian tersebut, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghentikan sementara pembangunan jembatan di ruas Wamena sampai Mumugu, Papua. Ia belum bisa memastikan sampai kapan pemberhentian sementara ini berlaku.
"Saya menunggu rekomendasi dari kodam dan kepolisian sebagai penanggung jawab (keamanan) di sana," kata Basuki. (aud/agi)