Inflasi secara tahun kalender (year to date/ytd) juga berada di angka 2,81 persen. "BI dan pemerintah pusat serta daerah berusaha supaya inflasi sampai akhir tahun bisa terjaga dengan baik. Kalau memang bisa dijaga di 0,3 persen maka kita akan memiliki inflasi di bawah 3 persen," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Mirza Adityaswara di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (7/12).
Mirza menuturkan penyumbang inflasi pada periode tersebut berasal dari komoditas pangan, antara lain: bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras. Kelompok sayuran seperti wortel, kacang panjang, dan tomat sayur juga terpantau menyumbang inflasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mirza mengatakan mendekati akhir tahun BI dan pemerintah memiliki tantangan untuk menjaga tingkat inflasi. Sebab, akhir tahun identik dengan peningkatan aktifitas ekonomi lantaran bertepatan dengan Natal dan tahun baru.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat IHK mengalami inflasi sebesar 0,27 persen secara bulanan pada November 2018. Inflasi ini menurun tipis dari bulan sebelumnya sebesar 0,28 persen.
Sementara secara tahun berjalan, inflasi sebesar 2,5 persen dan secara tahunan mencapai 3,23 persen pada November 2018.