Saham Disebut akan Jadi Investasi Utama Asuransi Jiwa di 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 08/12/2018 17:32 WIB
Saham Disebut akan Jadi Investasi Utama Asuransi Jiwa di 2019 Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memprediksi sejumlah perusahaan asuransi jiwa akan mengubah porsi penempatan investasinya mereka. Perusahaan asuransi ke depan akan lebih mengutamakan investasi mereka di saham dibandingkan dengan reksa dana.

Saham dilirik lantaran peningkatan hasil investasi instrumen tersebut lebih menguntungkan dibandingkan dengan instrumen lain. Ketua Bersama AAJI Wiroyo Karsono menjelaskan hasil investasi industri asuransi jiwa di instrumen saham tercermin dari kuartal III 2018 kemarin. Saat itu, pertumbuhan hasil investasi industri asuransi jiwa di saham mencapai 11,5 persen dari posisi kuartal III tahun lalu.

Pencapaian itu paling tinggi dari investasi lainnya, seperti; reksa dana yang hanya tumbuh 0,4 persen. "Kalau Surat Berharga Negara (SBN) dan deposito kan turun," ucap Wiroyo, Jumat (7/12).



Berdasarkan catatan AAJI, hasil investasi di deposito turun cukup signifikan sebesar 18,9 persen dan SBN minus 7,1 persen. Makanya, Wiroyo optimistis jika kondisi pasar saham terus positif maka bukan tidak mungkin jumlah investasi yang ditempatkan di saham akan diperbesar tahun depan.

"Mungkin porsinya juga bisa melebihi reksa dana," imbuh Wiroyo.

Pada posisi kuartal III 2018, porsi penempatan investasi di reksa dana sebesar 33,3 persen, kemudian saham sebesar 32,4 persen, lalu SBN sebesar 14 persen, dan deposito paling kecil hanya 9,3 persen.

Mengutip RTI Infokom, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal tahun hingga posisi saat ini tercatat melemah 3,61 persen. Sementara, kalau dilihat dalam enam bulan terakhir menguat 6,52 persen. Namun, khusus hari ini ditutup di level 6.126 dengan penguatan tipis 0,18 persen.

Lebih lanjut Wiroyo menjelaskan secara keseluruhan hasil investasi per kuartal III 2018 anjlok 96,1 persen menjadi hanya Rp1,28 triliun dari kuartal III 2017 yang mencapai Rp32,52 trilliun.

"Penurunan tersebut karena kondisi pasar yang masih fluktuatif,"jelasWiroyo.
Sementara itu, jumlah investasi perusahaan asuransi jiwa juga turun pada kuartal III tahun ini sebesar 0,02 persen dari Rp457,64 triliun menjadi Rp457,55 triliun. Hanya saja, jika dibandingkan dengan dengan kuartal II 2018 tercatat naik 2,6 persen.

(aud/agt)