Jonan mengatakan kehadiran SPLU tersebut menunjukkan Pertamina saat ini sudah mulai bergerak ke arah modernisasi. Menurutnya, kehadiran SPLU menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan kendaraan listrik di Indonesia.
SPLU tersebut diharapkan bisa mengurangi masalah lingkungan. Dengan penggunaan SPLU, ia yakin konsumsi bahan bakar minyak bisa digantikan sumber energi lain yang lebih ramah lingkungan. Selain itu katanya, keberadaan SPLU juga bisa digunakan untuk mengatasi ketidakseimbangan konsumsi BBM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun demikian, Jonan berharap Pertamina tak lekas berpuas diri. Ia meminta Pertamina untuk menemukan atau mencari teknologi "fast charging" mobil listrik yang bisa mengisi baterai dalam waktu cepat.
Jonan mengatakan waktu tersebut masih terlalu lama. Ia Pertamina mencari teknologi yang memungkinkan pengisian baterai di SPLU Pertamina bisa dipercepat hingga kurang dari 10 menit.
"Saya rasa ada teknologinya. Tinggal dicari saja dan disesuaikan biar tidak kelamaan," katanya.