Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 16:32 WIB
Kemnaker Perbanyak Jumlah Tenaga Kerja Bersertifikasi Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri seusai menghadiri seminar nasional "Kinerja Pemerintahan 4 Tahun Jokowi-Jusuf Kall dalam peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia". (Dok. Kemnaker)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah tenaga kerja terampil dan bersertifikasi. Menciptakan tenaga kerja bersertifikasi dalam jumlah massal ini diharapkan bisa memperoleh pengakuan sesuai standar kebutuhan industri.

"Kita terus genjot massifikasi agar jumlah tenaga kerja terampil makin banyak. Lalu sertifikasi sehingga mereka diakui industri. Sertifikasi ini tentu ditambah standar yang ada di industri," kata Hanif, usai menjadi pembicara seminar nasional "Kinerja Pemerintahan 4 Tahun Jokowi-Jusuf Kall dalam peningkatan kualitas tenaga kerja Indonesia" di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang, Banten, Jum'at (7/12).
 
Dalam acara yang digagas Kantor Staf Kepresidenan dan Kominfo itu, Hanif juga menyinggung kesiapan Indonesia menghadapi industri 4.0. Salah satunya dengan menyiapkan tenaga kerja terampil yang relevan dengan industri 4.0.

"Ciri industri 4.0 adalah kombinasi antara SDM, mesin dan big data. Anak-anak muda kita harus dibuat bersahabat dengan dunia internet dan teknologi sehingga mereka bisa mengembangkan peran-peran tertentu yang tidak bisa diambil oleh mesin, " katanya.

"Setiap mengalami revolusi industri selalu dipenuhi kekhawatiran. Tapi pada akhirnya manusia tetap bertahan dengan perubahan-perubahan, karena ada banyak hal yang tidak bisa digantikan komputer."

Di depan sekitar 500 mahasiswa Untirta, Hanif mengatakan karakter industri 4.0 telah berubah. Dari semula berbasis modal dan sumber daya alam, sekarang karakter industri menjadi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, SDM dan kolaborasi.

Hanif menegaskan bahwa dalam era industri 4.0, yang cepat akan mengalahkan yang lambat dan mereka yang responsif terhadap perubahan akan mengalahkan yang enggan berubah.


Volume pelatihan vokasi meningkat sebanyak 4 kali lipat dati 92.236 di tahun 2015 menjadi 383.132 pada Oktober 2018.

Turut hadir dalam seminar Rektor Untirta Banten Sholeh Hidayat, Yanuar Nugroho, (Deputi II Kepala Staf Kepresidenan), Gati Wibawaningsih (Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin), Abdul Hamid (Dewan Riset Daerah Provinsi Banten) dan Kabag TU BBPLK Serang Vidi Arga Utomo.


(vws/vws)