Sejalan dengan rupiah, beberapa mata uang Asia turut melemah dari dolar AS. Won Korea Selatan melemah 0,3 persen, ringgit Malaysia minus 0,19 persen, peso Filipina minus 0,17 peren, dan dolar Singapura minus 0,02 persen.
Namun, beberapa mata uang lainnya berhasil parkir di zona hijau, seperti dolar Hong Kong yang menguat 0,02 persen, baht Thailand 0,12 persen, dan yen Jepang 0,25 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis CSA Research Institute Reza Priyambada memperkirakan rupiah akan kembali melemah pada hari ini karena minim sentimen positif yang menopang pergerakan mata uang Garuda. Padahal, pada saat bersamaan dolar AS belum lepas dari sentimen negatif.
Sayangnya, pergerakan rupiah tidak mendapat dukungan dari dalam negeri dan kawasan Asia. Rupiah justru mendapat sentimen negatif dari Jepang, akibat rilis data pertumbuhan ekonomi Negeri Sakura yang terkoreksi menjadi 2,5 persen pada kuartal III 2018.
"Jadi sentimen dari global dan internal tidak cukup mendukung kenaikan rupiah. Dengan kata lain, masih dimungkinkan untuk kembali bergerak melemah," pungkasnya.