"Mulai membaiknya hubungan China dan AS diprediksi dapat mendorong penguatan IHSG," kata Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan seperti dikutip dari risetnya, Kamis (13/12).
Seperti diketahui, pemerintahan AS dan China sepakat untuk berdiskusi bersama dalam menyusun peta jalan atau roadmap terkait kerja sama perdagangan antara kedua belah pihak. Hal itu merupakan tindak lanjut dari kesepakatan awal AS dan China untuk menahan gencetan senjata dengan sama-sama menaikkan tarif perdagangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IHSG berhasil bangkit setelah beberapa hari terkoreksi, namun potensi penguatan cukup terbatas," jelas Dennies.
Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menilai hal yang sama. Menurutnya, penguatan IHSG masih akan didorong oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya masih positif.
Ia optimistis IHSG akan bergerak di zona hijau dalam jangka pendek dan menengah. William meramalkan indeks bergerak dalam rentang 5.955-6.226.
IHSG kemarin sore ditutup di level 6.115. Angka itu naik tipis sebesar 0,64 persen atau 38,99 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Meski begitu, pelaku pasar asing masih tercatat jual bersih (net sell) di pasar reguler sebesar Rp644,83 miliar.
Pergerakan positif juga terjadi di bursa saham Wall Street tadi malam. Tiga indeks utamanya berakhir di zona hijau, di antaranya Dow Jones menguat 0,64 persen, S&P500 menguat 0,54 persen, dan Nasdaq Composite menguat 0,95 persen.