Darmin menjelaskan, untuk meningkatkan penyaluran KUR, salah satu upaya yang telah diambil pemerintah adalah dengan menurunkan level suku bunga. Penurunan level suku bunga hingga 7 persen dilakukan sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Kinerja penyaluran KUR tersebut telah mencapai 95,2 persen, dari target penyaluran KUR di tahun 2018 sebesar Rp123,8 Triliun," kata Darmin dikutip dari Antara, Jumat (14/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suku bunga KUR memang menciut cukup signifikan di era Presiden Jokowi. Sebelum pemerintahan Jokowi, suku bunga KUR ditetapkan sebesar 21 persen. Pada 2015, bunga KUR diturunkan menjadi 12 persen, lalu diturunkan lagi pada 2017 menjadi 9 persen dan 2018 menjadi 7 persen.
Upaya pemerintah untuk mempercepat penyaluran KUR melalui satu digit dinilai cukup berhasil. Sejak suku bunga KUR diturunkan, mulai 1 Januari 2018 hingga 30 November 2018, pemerintah mencatat penyaluran KUR mencapai Rp 117 Trilun kepada 4.396.242 debitur.
Pemerintah juga melakukan perubahan pada sistem informasi program KUR dengan meluncurkan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) pada tahun 2014 guna memberikan kemudahan pengelolaan basis data debitur usaha mikro dan kecil agar akuntabilitas dan ketepatan sasaran KUR tetap terjaga.
Dalam pengembangannya ke depan, KUR ini juga diperluas ke beberapa sektor produksi lain, seperti peremajaan sawit, karet, nelayan, dan kerajinan tangan. (antara/agi)