Dalam kunjungannya, Hanif merasa bangga karena peralatan yang dimiliki BLK milik Kemnaker tidak kalah dengan peralatan di Training Centre Taoyuan.
"BLK Kemnaker memiliki peralatan yang bagus-bagus juga, sesuai dengan kebutuhan industri," kata Hanif usai mengunjungi Training Centre Taoyuan pada Jumat (14/11) waktu setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak hanya fokus belajar, peserta juga diberi berbagai fasilitas hiburan untuk menyegarkan kembali pikiran mereka usai mengikuti pelatihan di kelas," ujar Hanif.
"Artinya harus fokus dan mendetail, sehingga semua bidang dari kejuruan tersebut dipelajari dengan baik. Ini hal bagus yang patut kita contoh dan kembangkan di BLK kita," lanjutnya.
Menaker mengatakan, saat ini Indonesia sedang mengalami bonus demografi dan akan mencapai puncaknya pada 2030.
"Bonus demografi memiliki dua pilihan, berkah atau tantangan. Menjadi berkah kalau kualitas SDMnya sesuai dengan perkembangan zaman, menjadi tantangan jika kurang dipersiapkan secara matang menghadapi perubahan zaman," ujar Hanif.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan memperbaiki akses dan mutu terhadap pelatihan kerja.
"Sekarang siapa saja boleh ikut pelatihan, tidak ada batasan pendidikan dan usia," tutur Hanif.
Selain itu, pemerintah juga menggalakkan program triple skilling.
"Ada skilling untuk mereka yang ingin mempelajari keterampilan baru, up-skilling bagi yang ingin meningkatkan kompetensi, dan re-skilling bagi yang ingin mengubah keterampilan yang sudah dimiliki," pungkasnya. (stu)