Seperti diketahui, pada awal bulan ini Delegasi Indonesia berhasil menjadi Juara Umum World Skills Asia (WSA) 2018 dengan raihan 6 emas dan 3 perak. Dalam WSA yang diselanggarakan di Abu Dhabi ini sebanyak 19 Negara ikut serta baik dari negara di Asia maupun undangan yang berasal dari benua Afrika, Eropa dan Amerika.
Menurut Menaker, pemerintah terus berupaya menggenjot pelatihan vokasi, keberhasilan anak-anak muda di kompetisi skills vokasi di tingkat internasional membuktikan bahwa Indonesia memiliki kualitas tenaga kerja yang bagus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagian besar peserta yang berlaga di World Skills Asia merupakan peserta yang telah dibina dan ditempa di ASEAN Skills Competition sehingga secara keahlian dan mental mereka lebih kuat," ujar Menaker Hanif.
"Saya sudah bertemu dengan Menpanrb. Saya meminta juara-juara ASC dan WSA ini bisa diberikan kesempatan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Hanif.
"Kita juga berharap mereka-mereka yang berprestasi ini bisa menularkan prestasi dan keahlianya kepada masyarakat luas ketika menjadi instruktur di Balai Latihan Kerja," terang Hanif.
Menaker menjelaskan, 9 dari 10 kompetitor (peserta) yang berlaga di WSA 2018 merupakan jebolan dari ASEAN Skills Competition 2018 di Bangkok. Salah satu nya adalah Isnaeni Wulandari yang berlaga di kejuruan Fashion Technology.
Pemudi asal Solo, Jawa Tengah, yang berhasil memperoleh emas pada ASC dan WSA 2018, mengucapkan terima kasih kepada kemnaker atas dukungannya dalam ASC 2018 sehingga memiliki dasar dalam bertarung di WSA.
"Semoga di ASC 2020 mendatang di Singapura kita bisa mendapatkan emas lebih banyak, dan juga lebih banyak kejuruan yang ikut," tegasnya.