"Salah satu penyebab turunnya (impor Premium) karena migrasi ke Petralite," ujar Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar di kantor Kementerian ESDM, Rabu (26/12).
Pernyataan Arcandra terkonfirmasi dengan data impor bensin dengan oktan 92 yang menanjak 28,88 persen dari 6,6 juta kl pada November 2017 menjadi 8,5 juta kl hingga akhir bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arcandra mengatakan Petralite yang memiliki oktan 90 berasal dari campuran bensin oktan 92 maupun oktan yang lebih tinggi dengan zat naphtha. Berdasarkan catatan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tren penurunan konsumsi Premium telah terekam selama beberapa tahun terakhir. Pada 2015, realisasi konsumsi Premium tercatat 12,23 juta kl atau 89,66 persen dari kuota yang mencapai 13,64 juta kl.
Pada 2016, konsumsi Premium menurun menjadi 10,62 juta kl dari kuota 13 juta kl. Tahun lalu, konsumsi Premium tercatat hanya 7,04 juta kl atau hanya 56,37 persen dari kuota.