Tingkatkan TKDN, Pemerintah Bidik Hemat Devisa US$2 M di 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 15:23 WIB
Tingkatkan TKDN, Pemerintah Bidik Hemat Devisa US$2 M di 2019 Ilustrasi devisa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah menargetkan bisa menghemat impor hingga US$2 miliar atau sekitar Rp29 triliun (asumsi nilai tukar Rp14. 500 per dolar AS) dari optimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) pada tahun depan.

"Target kami, kami coba (penghematan) US$2 miliar," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan usai menggelar rapat koordinasi di kantornya, Jumat (28/12).

Luhut mengungkapkan tahun ini pencapaian TKDN beberapa sektor tak sesuai target pemerintah. Namun, ia tak menyebutkan sektor-sektor mana saja yang tak mencapai target. Ia juga tak menyebutkan berapa penghematan devisa dari capaian TKDN tahun ini.


"Belum semua pencapaian (TKDN) sesuai dengan mau kami. Pencapaian bervariasi karena banyak itemnya. Ada yang sudah mencapai tetapi banyak juga yang belum tercapai," ujarnya.


Kendati demikian, Luhut telah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian untuk meningkatkan TKDN pada tahun depan, terutama, sektor energi dan sumber daya mineral.

"Di ESDM banyak, misalnya dari proyek Pertamina dan SKK Migas," ujarnya.

Upaya meningkatkan TKDN menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menekan defisit neraca perdagangan melalui penurunan impor.


Badan Pusat Statistik mencatat defisit neraca perdagangan pada November 2018 mengalami defisit sebesar US$2,05 miliar, melebar dari Oktober 2018 yang mencapai US$1,82 miliar.

Sementara, secara kumulatif Januari-November 2018, defisit perdagangan telah mencapai US$7,52 miliar. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, neraca dagang masih surplus US$12,02 miliar.

Selain itu, lanjut Luhut, dengan mendorong peningkatan TKDN, industri dalam negeri akan semakin berkembang terutama industri yang menjadi substitusi impor. (sfr/agi)