Seperti diketahui, China dan AS menabuh genderang perang dagang di sepanjang tahun lalu. Akibatnya, aliran barang bernilai ratusan miliar dolar terganggu. Tak cuma itu saja, perang dagang kedua negara juga disebut-sebut memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.
Mengutip Reuters, Jumat (4/1), Kementerian Perdagangan China menyebut bahwa tim kerja yang dipimpin oleh Jeffrey Gerrish, Perwakilan Perdagangan dari AS, akan menyambangi China untuk berdiskusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada pertemuan di Argentina, di pengujung tahun lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk mengakhiri 'gencatan senjata' perdagangan. Keduanya memutuskan untuk menunda mengenakan tarif lebih tinggi selam 90 hari ke depan, terhitung mulai 1 Desember 2018.
Sementara itu, keduanya akan melanjutkan negosiasi untuk mengurangi tekanan defisit neraca dagang yang dialami AS terhadap gempuran produk China.
Semula, AS berencana melanjutkan kenaikan tarif lebih tinggi lagi untuk barang-barang impor asal China pada 1 Januari 2019.
Data sepekan menunjukkan dampak nyata ekonomi China dan AS akibat perang dagang. Aktivitas manufaktur AS melambat. Begitu pula dengan aktivitas manufaktur di China. (reuters/bir)