Bagasi Berbayar Disebut Bakal Kerek Inflasi

CNN Indonesia | Minggu, 13/01/2019 09:36 WIB
Bagasi Berbayar Disebut Bakal Kerek Inflasi Ilustrasi pesawat berbiaya murah. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia (BI) menilai sistem bagasi berbayar yang kemungkinan bakal mengerek harga tiket maskapai berbiaya murah (LCC) bakal berdampak pada inflasi. Namun, dampaknya diperkirakan tak akan besar jika diimbangin dengan harga bahan pangan yang terjaga.

Sebelumnya, maskapai Lion Air dan Wings Air akan menerapkan kebijakan bagasi berbayar mulai 22 Januari 2019 mendatang. Maskapai Citilink juga berencana mengambil langkah yang sama.

"(Kenaikan tiket pesawat) berdampak kepada inflasi. Tetapi tentunya itu tidak akan berdampak besar kepada kenaikan inflasi sampai keluar dari kisaran target kami," ujar Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo di kompleks perkantoran BI, Jumat (11/1).



Dody menjelaskan BI pada tahun ini menargetkan inflasi berada di kisaran 2,5 hingga 4,5 persen.

Berdasarkan Survei Pemantauan Harga BI, inflasi pada minggu pertama Januari 2019 relatif rendah yaitu hanya 0,53 persen secara bulanan dan 3,03 persen secara tahunan.

Pemicu inflasi berasal dari bahan pangan di antaranya, daging, telur, cabai dan bawang. Namun, harga pangan relatif stabil dan tak banyak berubah dibandingkan tahun lalu.


Dengan demikian, BI optimistis tekanan inflasi, terutama dari harga pangan, pada tahun ini masih bisa dikendalikan dengan baik.

Dari sisi harga pemerintah (administered price), kenaikan harga BBM dan tarif listrik juga bisa mengerek inflasi. Namun, BI telah berkoordinasi dengan pemerintah sehingga inflasi harga yang diatur pemerintah telah diperhitungkan. Ia pun optimistis target inflasi tahun ini akan tercapai seperti tahun lalu. (sfr/agi)