Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menuturkan nilai tukar rupiah yang bergerak stabil terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi daya tarik buat investor untuk bertransaksi di pasar saham. Kemarin sore, Senin (14/1), rupiah bertengger di level Rp14.124 per dolar AS.
"Nilai tukar yang relatif cukup stabil dengan potensi penguatan yang cukup besar," ungkap William seperti dikutip dari risetnya, Selasa (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Neraca perdagangan disinyalir akan cukup bagus turut menunjang penguatan IHSG dalam beberapa waktu mendatang," kata William.
"Hari ini IHSG berptoensi menguat, rentang pergerakan hari ini 6.123-6.421," terang William.
Sementara, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan masih melihat IHSG berada dalam area jenuh beli atau overbought. Dengan begitu, potensi IHSG untuk berbalik arah menguat akan sulit.
"Secara teknikal pergerakan IHSG mengindikasikan akan ada pelemahan dalam jangka pendek," ucap Dennies melalui risetnya.
Ia memperkirakan IHSG bergerak dalam level support 6.305 sampai 6.375. Sementara, level resistance indeks diperkirakan di angka 6.362 sampai 6.389.
Sebagai informasi, IHSG kemarin melemah 0,39 persen ke level 6.336 usai menembus rekor dalam dua hari berturut-turut. Untungnya, pelaku pasar asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) di pasar reguler sebesar Rp243 miliar. (aud/agt)