Tercatat, upah nominal buruh tani meningkat tipis sebesar 0,19 persen dari Rp52.955 menjadi Rp53.056 per hari. Namun, upah riil yang mencerminkan daya beli buruh tani justru melemah 0,38 persen dari Rp38.237 menjadi Rp38.090 per hari.
"Hal ini karena inflasi cukup tinggi pada bulan lalu, inflasi pedesaan mencapai 0,58 persen," ujarnya di kantor BPS, Selasa (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pula dengan buruh bangunan, buruh potong rambut, dan pembantu rumah tangga, daya beli ketiganya rontok tertekan inflasi nasional yang mencapai 0,62 persen pada Desember 2018.
Buruh bangunan tercatat memiliki kenaikan upah nominal sebesar 0,1 persen menjadi Rp87.385 per hari. Namun, upah riilnya minus 0,51 persen menjadi Rp64.543 per hari.
Sedangkan pembantu rumah tangga mengalami kenaikan upah sekitar 0,14 persen menjadi Rp403.095 per bulan. Namun, kemampuan daya belinya justru terkoreksi hingga 0,47 persen menjadi Rp297.728 per bulan. (uli/lav)