Menteri dan Konglomerat RI Hadiri World Economic Forum

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 10:38 WIB
Menteri dan Konglomerat RI Hadiri World Economic Forum WEF tahun ini rencananya bakal membahas arsitektur revolusi industri 4.0. . (Dok. www.weforum.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah menteri dan beberapa perusahaan konglomerat asal Indonesia menghadiri pertemuan ekonomi tahunan bergensi, World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. WEF tahun ini rencananya bakal membahas arsitektur revolusi industri 4.0.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertemuan tahunan WEF tersebut juga bakal dihadiri kepala negara dan tokoh bisnis seluruh dunia. Para tokoh bisnia yang hadir, antara lain, Bill Gates, George Soros, hingga CEO Uber dan CEO Goldman Sach.

Sementara berdasarkan keterangan resmi Kemenkominfo, dari Indonesia bakal hadir Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong.


Dari kalangan pebisnis, bakal hadir Ketua Kadin Roesan Roeslani, CEO PT Bakrie Global Ventura Anindya Bakrie, Pendiri & CEO Tokopedia William Tanuwidjaja, Direktur Grup Lippo John Riady, dan sejumlah tokoh bisnis lainnya.


Tema pertemuan tahun ini adalah Globalization 4.0: Shaping a Global Architecture in the Age of the Fourth Industrial Revolution. Revolusi Industri 4.0 diwujudkan oleh teknologi tercanggih di berbagai bidang, baik secara fisik, digital maupun biologis - mereka dikombinasikan untuk mencipta inovasi tercepat dengan skala terbesar dalam sejarah peradaban manusia.

Secara umum, transformasi industri ini mengubah cara individu, pemerintahan dan perusahaan berhubungan satu sama lain. Dalam forum tersebut, para petinggi negara dan pebisnis juga akan membahas bagaimana manfaat globalisasi industri dapat dirasakan secara merata.

World Economic Forum Annual Meeting juga akan berfokus pada ratifikasi strategis Globalisasi 4.0 dan dampaknya pada kerja sama global dan Revolusi Industri 4.0.

ASIA sebagai Blok Baru, telah menjadi topik utama lainnya dalam pertemuan tahunan ini. Alasannya, karena blok ini memiliki rekor yang cukup mengagumkan dalam hal pertumbuhan ekonomi, perkembangan, dan kerja sama regional.

Rencananya akan terdapat sejumlah insiatif yang akan diwujudkan Indonesia dan beberapa negara lainnya dalam forum pertemuan tersebut. Pertama, digital ASEAN yang akan dibentuk oleh dewan penasihat dari lima menteri ASEAN, salah satunya Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara.


Kedua, ASEAN Regional Strategic Group RSG. Komunitas utama di forum ini adalah para pemimpin pemerintahan, akademik, dan bisnis di wilayah ASEAN dengan tujuan menyediakan panduan strategis dalam mendefinisikan visi dan agenda bersama ASEAN. RSG dibentuk pada 2016 dan organisasi ini biasa mengadakan pertemuan dua tahun sekali, di Davos dan ASEAN Summit.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Profesor Ekonomi Internasional Universitas Indonesia Mari Elka Pangestu merupakan anggota permanen dari kelompok strategis ini.

Ketiga, RBC terdiri atas pada pemimpin di kalangan bisnis, yang berkomitmen membentuk agenda regional melalui kolaborasi pemerintahan dan swasta. Dewan ini menyediakan wadah interaksi untuk para anggotanya, membentuk strategi untuk kawasan ini, dan berinteraksi dengan forum sepanjang tahun dan mendorong proyek-proyek untuk merespons isu regional yang telah mendesak. (agi/agi)