Mengutip AFP, Jumat (25/1), sektor ekonomi yang paling terpukul oleh krisis adalah perdagangan, manufaktur industri, dan konstruksi.
Sekadar mengingatkan, krisis menyelimuti ekonomi Argentina dan memaksa Macri untuk menyepakati dana talangan US$56 miliar dari Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Efisiensi Tanpa PHK
Alasannya, perusahaan-perusahaan tersebut tak memiliki cukup uang untuk membayar pesangon karyawan mereka. Karenanya, sebagai alternatif, pengusaha menempuh cara dengan mengurangi jam kerja, menghentikan produksi selama beberapa hari, memotong shift dan membuat karyawan mereka mengambil waktu libur.
Pasalnya, Argentina memiliki undang-undang ketenagakerjaan paling dermawan di dunia. UU itu berpotensi membuat pelaku usaha bangkrut apabila merumahkan karyawannya karena kewajiban membayar pesangon dipatok 'selangit.'
Menurut World Bank's Doing Business, seperti dilansir Reuters, biaya PHK di Argentina termasuk yang paling mahal di Amerika Latin. Bahkan, salah satu yang tertinggi di dunia. (afp/bir)