Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan sisa aliran dana asing ditanamkan di Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi. Ia mengklaim realisasi ini ditopang oleh kepercayaan investor asing terhadap ekonomi dalam negeri.
"Percaya terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi Indonesia, baik yang ditempuh pemerintah, BI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)," ujar Perry, Jumat (25/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Rupiah 'Gagah Perkasa' di Rp14.092 |
Salah satu bentuk ekonomi Indonesia masih stabil, kata Perry, bisa dilihat dari tingkat inflasi Indonesia. Sepanjang 2018 lalu, inflasi tercatat 3,13 persen atau lebih rendah dari 2017 sebesar 3,61 persen.
"Kegiatan ekonomi akan terus naik, terbukti dari masuknya aliran modal asing khususnya portofolio ke Indonesia," terang Perry.
"Kami melihat rupiah akan terus bergerak stabil dan cenderung menguat," jelas Perry.
Sepanjang pekan ini, rupiah hanya menguat tipis 0,63 persen. Namun, dalam sebulan terakhir, rupiah sebenarnya sudah menguat 3,26 persen. Bahkan, penguatannya mencapai 7,44 persen dalam tiga bulan terakhir.
Sebelumnya, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Hasan Fawzi mengklaim aliran dana asing yang deras sejak awal tahun merupakan bukti investor asing tak khawatir dengan pemilihan presiden (pilpres) yang akan digelar pada April 2019 mendatang.
"Kalau mau wait and see karena tahun politik harusnya kan dari awal, tapi sekarang bagus-bagus saja," ucap Hasan. (aud/agt)