"Reaksi dolar AS tidak terlalu kuat karena ketidakpastian tetap ada," kata Juan Perez, pedagang mata uang senior, di Tempus In, seperti yang dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma dolar yang melemah, S&P Global Ratings juga menyatakan bahwa perekonomian AS kehilangan setidaknya US$6 miliar (sekitar Rp84 triliun) selama penutupan pemerintahan, yang diakibatkan lesunya aktivitas perekonomian AS dengan dunia luar karena ketidakhadiran pekerja.
Trump akhirnya mengumumkan kesepakatan dengan Partai Demokrat untuk sementara waktu membuka kembali pemerintahan federal AS pada Jumat (25/1).
Pemerintahan AS telah tutup selama lima minggu akibat perselisihan alot tentang pendanaan untuk tembok perbatasan AS-Meksiko.
"Kami telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan dan membuka kembali pemerintah federal," kata Trump seperti dilaporkan AFP, Jumat (25/1).
"Sebentar lagi saya akan menandatangani RUU untuk membuka pemerintahan kita selama tiga minggu, sampai 15 Februari," tambahnya.
(ard)