Citilink Berlakukan Bagasi Berbayar Mulai 8 Februari

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 17:44 WIB
Citilink Berlakukan Bagasi Berbayar Mulai 8 Februari Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Lucky R.)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Citilink Indonesia akan mengenakan biaya bagasi kepada penumpang, mengikuti jejak PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Group yang juga menerapkan bagasi berbayar pada 8 Januari 2019 silam. Bagasi berbayar Citilink mulai berlaku pada 8 Februari 2019 mendatang.

Direktur Niaga Citilink Indonesia Benny Rustanto mengatakan bagasi berbayar ini diterapkan untuk mengimbangi ketatnya persaingan antar maskapai. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai inovasi Citilink untuk menambah sumber pendapatan guna menjaga biaya perawatan dan keamanan.

"Kami melakukan ini semata-mata untuk penumpang dan dari sisi maskapai perusahaan kami ingin memberikan memaksimalkan pendapatan perusahaan," kata Benny di Kantor Garuda Indonesia, Jakarta, Senin (28/1).


Namun demikian, bagi penumpang yang telah membeli tiket sebelum tanggal 8 Februari 2019 masih berhak mendapatkan fasilitas bagasi gratis 20 kilogram (kg). Meskipun jadwal terbangnya melewati tanggal pemberlakuan bagasi berbayar.


Penumpang juga tetap diperbolehkan membawa satu barang bawaan ke dalam kabin, tanpa biaya tambahan. Berat maksimal barang yang dibawa ke kabin yaitu 7 kg dan dimensi maksimal 58 centimeter (cm) x 46cm x 23cm.

Benny melanjutkan pemberlakuan biaya bagasi ini diberikan kepada penumpang domestik. Harga ini tidak berlaku untuk penerbangan internasional.

"Bagi anggota Supergreen dan GarudaMiles Citilink memberikan gratis bagasi sebesar 10 kg," ujarnya.

Biaya Bagasi

Benny memaparkan Citilink akan mengenakan biaya minimum sebesar Rp9.000 per kg untuk penerbangan pendek di bawah satu jam. Saat ini, perseroan masih membahas rentang biaya bagasi yang akan dibebankan kepada penumpang.


"Kami akan mengumumkannya minggu ini," kata Benny.

Menurut Benny berdasarkan riset internal Citilink pada periode 2017-2018, penumpang Citilink rata-rata membawa bagasi sebesar 7-11 kg pada penerbangan di hari biasa. Dalam periode puncak, jumlah tersebut meningkat.

Dengan demikian, ia meyakini pemberlakuan bagasi berbayar ini tidak akan memberatkan penumpang secara signifikan.

Namun demikian, Benny enggan membeberkan target kenaikan pendapatan Citilink usai penerapan bagai berbayar. "Kalau dianggap sebagai tambahan, mudah-mudahan menjadi tambahan pendapatan. Dan kalau disebut tambahan kargo mudah-mudahan juga bisa meningkatkan pendapatan kargo," ucap Benny.


Meskipun menarik tarif dari bagasi, penumpang Citilink bisa membeli paket hemat bagasi dengan potongan harga hingga 40 persen. Paket hemat bisa didapatkan maksimal empat jam sebelum keberangkatan.

Sementara bagi penumpang yang sudah berada di bandara udara (bandara), dapat membeli bagasi tercatat langsung di konter check in atau customer service (CS) Citilink.

Untuk antisipasi risiko pada pemberlakuan bagasi berbayar, Benny mengatakan pihaknya telah menyiapkan infrastruktur 100 persen, termasuk ketersediaan mesin pembayaran Electronic Data Capture (EDC) pada konter chekc in dan Customer Service (CS) guna meminimalisasi antrean. Citilink juga menyiapkan personil berjalan untuk memudahkan penumpang.

"Kami juga menambahkan personel AVSEC untuk memitigasi dan memastikan bagasi berbayar aman. Selain itu, penumpang juga bisa melakukan pembelian di distribusi channel, website, aplikasi dan distribusi channel lain," ujarya.

Ketentuan bagasi berbayar bagi maskapai dengan pelayanan no frills (pelayanan dengan standar minimum) ini mengacu kepada Peraturan Menteri Perhubungan Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri. Dalam Pasal 22 butir C beleid tersebut disebutkan bahwa maskapai no frilss atau Low Cost Carrier (LCC) bisa mengenakan biaya untuk pengangkutan bagasi tercatat.
(ulf/agt)