Kali ini, rupiah menjadi mata uang dengan performa terburuk se-Asia. Menemani rupiah, rupee India juga melemah 0,11 persen. Sementara, mata uang Asia lainnya cenderung menguat atas mata uang Paman Sam.
Posisi won Korea Selatan tetap tidak bergeming dibanding penutupan kemarin, sedang dolar Hong Kong dan dolar Singapura masing-masing menguat di angka 0,03 persen dan 0,08 persen. Yen Jepang juga menguat 0,02 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Negara tetangga Indonesia, seperti ringgit Malaysia, baht Thailand, dan dolar Singapura juga mencatat performa kinclong dengan penguatan masing-masing sebesar 0,09 persen, 0,13 persen, dan 0,08 persen. Bahkan, kini peso Filipina menjadi ranking satu di Asia dengan penguatan mencapai 0,27 persen.
Di sisi lain, terdapat pula mata uang yang melemah, seperti yen Jepang yang keok 0,01 persen dan won Korea Selatan yang melemah 0,15 persen.
Adapun, perundingan perang dagang antara AS dengan China dilakukan pada hari ini dan berakhir esok, Kamis (31/1).
Kedua, pelaku pasar juga menanti pengumuman bank sentral AS The Fed, yang meskipun diperkirakan dovish dengan menahan suku bunga acuan, namun diprediksi akan mengeluarkan pernyataan mengenai perlambatan ekonomi global.
"Dovish-nya The Fed ini tidak akan berpengaruh banyak, pernyataan The Fed yang justru akan mengakibatkan kekhawatiran kalau mereka bilang ekonomi global akan melambat," jelas Faisyal kepada CNNIndonesia.com, Rabu (30/1). (glh/bir)