Peringatan dini disampaikan terbuka kepada publik agar mencegah maladministrasi dalam pengelolaan empat komoditas strategis tersebut. Maklum, tahun ini perhatian masyarakat akan terpecah oleh pelaksanaan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Umum 2019.
"Mengapa kita sampaikan bulan ini karena kami mempertimbangkan di dalam tahun politik ini perhatian dengan administrasi impor menjadi lengah. Nanti terjadi hal-hal merugikan," ujar dia di kantornya, Senin (4/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menyoroti terkait jumlah stok beras yang mencapai 2,1 juta ton di akhir tahun kemarin. Menurutnya, dengan stok tersebut pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor.
Terkait gula, Alamsyah juga mensinyalir ada gula impor untuk industri yang merembes ke pasar tradisional. Masalah tersebut berdampak pada penurunan harga gula di tingkat petani.
"Kuncinya ada di Kemenperin jangan sampai ada lonjakan impor gula dan spesifikasinya menggeser gula lokal," ujarnya.
[Gambas:Video CNN]
Sementara itu terkait Alamsyah menyarankan pemerintah untuk memperketat proses verifikasi kebutuhan garam untuk industri. Ia juga menyarankan agar pemerintah untuk mempercepat proses perhitungan stok garam produksi lokal.
"Berdasarkan situasi ini kami memberikan peringatan dini agar 2019 betul betul verifikasi kebutuhan industri dilakukan secara cermat," ujarnya.
Terakhir terkait impor jagung, Alamsyah menyarankan kepada pemerintah untuk segera mengevaluasi dan memperketat proses verifikasi kebutuhan impor jagung
untuk keperluan industri pakan. Hal itu bisa dijadikan sebagai dasar penerbitan rekomendasi impor.
"Sambil berjalan pemerintah harus mengindentifikasi kebutuhan jagung yang riil di domestik," papar Alamsyah.